Showing posts with label harapan. Show all posts
Showing posts with label harapan. Show all posts

Wednesday, January 27, 2010

Catatan Penguat Hati

Aku cuma ingin kamu tahu..

Betapa banyak hal yang bisa kamu perbuat. Untukmu, untuk masa depanmu, dan kehidupan yang berjalan saat ini.

Tak perlu menangisi keadaan, tak harus menerawang jauh ke masa yang belum pernah kita datangi, sebab hari ini sangat berarti. Hari esok akan ditentukan pada langkah kita hari ini. Berbuatlah yang terbaik hari ini, dan esok pasti akan lebih baik.

Ambillah keputusan yang tepat dan bijaksana, bekali hatimu dengan keyakinan dan doa. Melangkah dengan menyertakan nama Alloh dalam setiap tarikan nafasmu. Jika kamu sanggup melewati fase dari kegelapan menuju satu titik cahaya. Anggap saja kamu sudah melalui sebuah lubang jarum. Dan selanjutnya, merajutlah! Agar menjadi sebuah kain putih dan warnai dengan lukisanmu.

Tentukan pilihanmu, mantapkan hati, raih kesempatan dan peluang, jadilah manusia baru yang berjiwa besar dan pemberani.

Kita akan saling menguatkan, dan Alloh sebaik-baiknya tempat memohon kekuatan. Sebab cahaya hati hanya didapatkan dari ketentraman jiwa dan hati yang tawadhu.

Selamat berjuang.. !
Cakrawala baru menantimu..

http://www.facebook.com/notes/irma-aryasathiani-sutia/catatan-penguat-hati/287366471512

Friday, January 22, 2010

Penantian

Ya Alloh..
Dalam kesendirianku, aku hanya memohon kekuatan agar senantiasa dibekali dengan rasa aman dan jauhkan aku dari segala kegelisahanku, duka lara dan nestapa. Sebab Engkau sebaik-baiknya pelindungku. Aku percaya Engkau telah menyiapkan satu rencana besar untukku. Agar hidupku lebih berwarna dengan kehadirannya, yang akan menyalakan malam-malam gelapku dengan sebatang pelita dalam genggaman tangannya.

Aku senantiasa menantikannya, satu hari dimana Engkau menjadikan penantian ini sebuah keindahan dan karunia yang tak terhingga. Cukupkanlah usiaku, hingga hari dimana aku dapat menjemputnya. Karena aku telah merindukannya bersama peri-peri kecil yang mengiringi sesudahnya, yang kelak akan Kau titipkan pada kami. Semoga tak akan lama lagi. Karena penantianku ingin berujung pada keridhaan Engkau, wahai Dzat Yang Maha Mengabulkan.

Tuesday, December 29, 2009

.. Renungan Dinihari ..

Rumah itu bernama sabar, manisku.
Di pintu masuknya terpahat sebaris kalimat "Buah yang sangat pahit, namun terasa manis pada akhirnya".

Manis setara madu bahkan secawan anggur. Tidak membuat mabuk, sebaliknya menenangkan dan membawa ketenangan.

Saat melangkah masuk, kakimu akan menyentuh lantainya yang dingin menyejukkan. Tahukah sebabnya? Karena lantainya adalah keikhlasan hatimu, kesucian niatmu dan keluhuran budi pekertimu. Tiang-tiangnya diambil dari keteguhanmu menjalankan segala yang telah diperintahkan-Nya serta menjauhkan diri dari hal yang dilarang-Nya. Kokoh dan kuat selamanya.

Rumah itu menunggu kepulanganmu. Selalu. Setiap saat.

Maka manakala kau telah cukup letih berjalan, dengan pundak sarat beban, pulanglah! Berdiamlah di biliknya. Sejauh manapun kamu berjalan. Dan seberat apapun pikulanmu, di rumah ini semua akan teratasi. Sebab di rumah ini ada sebuah pelita yang tak pernah berhenti berpijar. Pelita itu adalah Nur Illahi.

Nah.. Kamu tak akan pernah kegelapan berada di sana selama apapun, manisku. Karenanya .. Tak perlu bersedih lagi, ya! Tersenyumlah.. Sebab rumah itu diperuntukkan bagi mereka yang mengharap agar lebih didekatkan dan memperoleh kasih sayang-Nya. Hmm.. Semoga kita dapat menghuni rumah itu bersama-sama.

Thursday, December 24, 2009

Harapanku .. ya Alloh!

Ya Alloh..
Aku cuma seorang manusia biasa. Aku cuma seorang perempuan, yang ingin dicintai dan mencintai seseorang yang berkenan di hatiku.
Aku cuma seorang perempuan yang teramat peka oleh rasa. Manakala rasa itu telah berbicara tentang cinta, dan aku berkata, "Ini yang aku mau untuk kucintai dan pelihara di hatiku."

Ya Alloh..
Aku cuma seorang perempuan yang berharap bisa menikahi orang yang aku cintai. Dan hidup bersamanya, bersama bidadari-bidadari kecil kami kelak. Aku cuma seorang perempuan yang punya satu mimpi terindah. Menjadi pasangan hidupnya yang terbaik dan menjadi seorang ibu yang dicintai anak-anaknya.

Aku berharap, perempuan sepertiku bisa dipersunting olehnya kelak. Menjadi bidadari untuknya di dunia dan akhirat kelak.
Ya Alloh.. Kabulkanlah untukku!

Thursday, December 3, 2009

PELITA HATI

Bukan. Yang kubutuhkan saat ini bukan cuma semangatmu. Tapi lebih dari itu, tunjukkan ketegaranmu. Kata-kata bisa saja membungkam di ujung lidah, pun pendengaran bisa saja mendadak menjadi tuli. Tapi mata hatimu tak boleh dibutakan karena sebuah kekalahan yang bernama kebimbangan.

Tak perlu merasa kalah manakala kamu tak mampu mengatasi setiap kesulitanmu. Sebab kamu akan selalu membutuhkan seseorang di sisimu sebagai penolong. Dan tak perlu merasa menang manakala kamu telah dapat meraih impianmu. Sebab suatu saat kamu akan menemui sebuah ujian kesabaran dan kegigihan untuk bertahan diantara badai kehidupan. Tuhan akan selalu mengirimkan hujan dan kemarau, yang tak mungkin datang bersamaan.

Karena itu, apa lagi yang kau tunggu? Bersegeralah menyusun langkah baru. Siapkan hanya kata-kata yang terbaik yang dapat membangun jiwamu, agar hatimu selalu dipenuhi kekuatan.
Pasang pendengaranmu dan sebuah bilik di hatimu untuk menerima setiap kata bijak yang disampaikan seseorang padamu.

Kamu terkadang tak pernah tahu dimana harus mencariku. Suatu waktu mungkin aku tak selalu berada di sisimu. Tapi pastikan, bahwa kamu selalu tahu dimana mencari Tuhanmu. Sebab Dia tidak pernah meninggalkanmu.




*Sebuah bingkisan hati untuk kamu yang mungkin saat ini membutuhkannya...
Sepenuh cinta.                                     



http://www.facebook.com/note.php?note_id=202150201512